STAY GOLD!

FLANEL SHIRT IS GOING UP, UP, AND UP

May 16, 2008 · 3 Comments

FLANEL SHIRT IS BACK AGAIN! TAMPILAN WARNA MONOTON MUNGKIN MELELAHKAN, COBA WARNA-WARNA TERANG DAN BERANI.

Sedikit berbicara mengenai mode. Mode pada dasarnya adalah pengulangan, remake, atau daur ulang dari apa yang sudah jauh lebih dulu diciptakan, apalagi pada era saat ini belum ada sesuatu yang fenomenal. Quote “vintage is the new black” tampaknya tidak terlalu berlebihan. Saya tidak berbicara tentang Haute Couture atau High End Socialite fashion, karena siapa saya? Saya tidak memiliki latar belakang pendidikan fashion di Esmod atau seni rupa dan desain produk, saya nol besar, saya juga tidak berkecimpung di gemerlap dunia mode, saya hanya menulis apa yang ada dan terjadi disekitar saya dan yang menurut saya layak untuk diangkat dan diperbincangkan.

Ok, next! Mode juga dipengaruhi oleh keadaan sosio-politik dan kultural yang ada pada saat itu, sehingga fashion adalah sebuah statement non-verbal yang berbicara lantang dengan sendirinya, menggambarkan gejolak dan hingar-bingar dunia, seperti Vivienne Westwood misalnya. Jika kita menengok ke belakang, setiap dekade memiliki item fashion dan iconic yang merepresentasikan semangat pada era nya. Sedikit membelok, saya ingin berbicara mengenai “TREND”, trend hanyalah a matter of timing, exact timing, “dress at the right time and place”. Anda tidak mau kan memakai high waist dan cut bray denim saat skinny low rise denim sedang marak dan digemari? Itulah trend…Mengutip kata Samuel Mulia jebolan Esmod dan pakar di bidangnya “Trend itu tidak untuk diikuti tapi trend adalah sumber inspirasi, jadilah desainer untuk diri anda sendiri”. Jadi yang ingin ditekankan Oom Sam disini adalah, jadilah diri anda sendiri atau kalau mampu sekalian juga jadi desainer fashion,heheheh. Analoginya, anda memiliki betis dan paha yang “semlohe aje gile” dan mini skirt is coming back to town, alangkah bijaksananya bila anda berpikir 100x sebelum memamerkan betis anda, jangan memaksakan diri tampil seksi, bila anda sendiri menganggap diri anda tidak, dan jangan memaksa orang lain untuk bergunjing dan mencemooh anda. Just dress safely and responsibly, aplikasikan trend dengan tepat, begitu juga dengan tren rambut dan make up.

Kembali lagi ke iconic item. Dari era mana item fashion yang belum kembali? Vintage loose aka oversized tshirt, legging, neonized bright color semua sudah kembali dari mesin waktu dan dapat diaplikasikan di berbagai suasana tergantung mood dan semangat apa yang ingin anda bawa, tidak ada batasan lagi, all mixed up!!! Itulah nikmatnya hidup di era daur ulang, anda tidak akan dicemooh bila memakai oversized t-shirt dengan legging merecet bak sumpit warna warni-nya. Tapi coba bila anda memakai loose tshirt saat kaos ketat yang memamerkan tiap sudut tubuh anda sedang berada di puncak 5 tahun yang lalu, anda bisa dikira habis meminjam kaos rumahan bapak atau pacar anda, “Mbak, kehabisan kaos ya?” Atau anda memakai legging polyester saat jeans sedang hiper aktif-nya menggeliat, “Ikutan kelas senam dimana mbak?”. Tapi apakah kita mendengar macam pertanyaan itu saat ini?. Tentu tidak karena ini adalah masa legging berjaya. Jadi nikmatilah semua yang ada karena era sekarang adalah era “dress like what you want in appropriate place” saya hilangkan adverbial of time-nya, tapi ya itu tadi, sesuai porsi anda saja, don’t take it too much.

Era 70an dan 80an sudah lebih dulu “bangkit dari kubur”, saatnya kita kembali ke era 90an, ketika semangat youngsters ingin lepas dari glamrock dan punk, yang notabene ribet karena terlalu banyak aksesoris yang menempel. Anak muda menginginkan sesuatu yang simple tapi sama sharp dan rebel-nya dengan glam dan punk, jadi era 90an adalah era kesederhanaan tapi tetap membakar. Era tersebut dimulai di Seattle saat legenda anak muda dunia memberi alternatif dari alternatif yang sudah ada, dengan item iconic-nya macam Flanel shirt, Loose denim, dan Chuck Taylor. And yes, I’m talking about that Flanel Shirt yang identik dengan freedom, tough, dan raw sama seperti stereotype yang menempel pada denim. Coal miners, woodsman, gangsters, and truckers identik dengan item yang satu ini. Selain kuat, flanel shirt hangat di waktu malam dan dingin di siang hari, itulah alasan item ini menjadi wajib dimiliki. Ada kesan macho terselip, apalagi ketika brewok sudah memanjang, tampak sedikit dirty dan southern looks. Tetapi hal itu tidak menjadi masalah karena tampilan seperti itu memiliki ciri santai dan menunjukkan bahwa anda keras namun di satu sisi anda adalah pribadi yang easy going. Yang perlu dihindari adalah kemeja flanel ketat, usahakan memilih kemeja yang agak longgar, tidak perlu kedombrangan, karena motif kotak-kotaknya yang besar akan membuat anda tampak lebih kurus bila terlalu ketat meski tubuh anda bak Fauzi Baadilla, hindari juga celana skinny low waist seperti remaja masa kini dan cotton pants, sudah saatnya mengeluarkan kembali straight legged dan boot cut denim anda dari closet. Celana low rise juga bisa jadi pilihan asal jangan terlalu ketat. Satu hal yang perlu dihindari lagi adalah celana cut bray karena anda akan terlihat technosexual dan glam. Agak melenceng bukan dari image yang akan kita bangun dari awal?. Untuk alas kaki, simpan dulu pointed shoes dan loafers anda, coba boots tiga lubang tanpa steel toe dari Doc Mart, atau bila energi puber anda sedang kembali menggebu, chuck taylor classic sneakers bisa juga jadi pilihan. Mengingat Nick Rhodes Duran-Duran yang flamboyan pernah memakainya di satu kesempatan lengkap dengan suit mahalnya.

Tetapi semua kembali ke pribadi masing-masing. Anda tidak suka atau bahkan anti, tapi trend berbicara lain, ya sudah ikuti saja kata hati anda, semua itu optional dan bergantung pada kepekaan kita terhadap mode. Berpahala juga bila kita tampil menyenangkan dan menginspirasi orang lain. Dan predikat korban mode tak selamanya berstigma negatif, anda mampu beli dan ber performa terbaik saat mengenakannya, semua toh akan berakhir dengan baik pula. Karena itu berarti anda pribadi dinamis dan peka.

Memang anda diberi kebebasan penuh, tetapi patokan dan porsi yang tepat akan membantu anda menampilkan sesuatu yang tepat sasaran juga

Categories: sneak peek have a peep!

3 responses so far ↓

  • kes! // May 20, 2008 at 8:32 am | Reply

    hahah!i got that toooo!
    setelah dipikir selama 2 hari 2 malam,ahirnya diputuskan klo beli flannel itu worthed,wkwkwk,tapi teman2 selalu bilang,dapet di awul awul mana kesh???DOOOOOEEEEENGGGG
    kurtcobain bgt ga siy?hahaha,tar klo ada orang tanya kenapa pake flannel
    bakal gw jawab,biar kaya komunal gituhh…pantera who?hahahahahah

  • light years away // May 20, 2008 at 1:56 pm | Reply

    hell yeah dude!!!! Tidak semua orang tau esensi flanel…mari kita beri mereka pendidikan!!!

  • kiyale // June 25, 2009 at 8:50 am | Reply

    beli kemeja flanel di jakarta dimana ya?

Leave a Comment