
“Setelah Api, Air, dan Tanah, kini mereka bertempur di Udara… mendekati Matahari…”
Oleh: Adi Renaldi
“Album ini tidak secara dangkal berkonsep tentang Udara atau “ether”, tetapi lebih kepada sesuatu yang spiritual dan ethereal” ungkap extraordinary drummer Brann Dailor merujuk pada Album terbaru mereka, Crack the Skye. Ether dipercaya sebagai salah satu substansi esensial pembentuk jagad raya yang berada di atmosfer. Album studio ke-empat band asal Atlanta, Georgia ini diproduseri oleh si tangan dingin Brendan O’Brien (Bruce Springsteen, Pearl Jam, AC/DC) dan direkam di Southern Tracks Studios, di kampung halaman mereka, Atlanta. Album ini direncanakan rilis tanggal 24 Maret 2009 dibawah bendera Reprise Recordings.
Mastodon, sang ahli dalam pola serangan riff yang tidak linier, ganjil, progresif, dan kompleksitas tinggi, menggempur ranah metal dunia dengan eksplorasi maksimum dan terkonsep. Setelah sibuk dengan tur di berbagai belahan dunia dan menjadi pembuka konser Slayer dalam The Unholy Alliance Tour III, band ini butuh waktu 3 tahun untuk merumuskan konsep album terbaru mereka. 3 tahun pasca album Blood Mountain adalah waktu yang ideal untuk kembali merekam album. Dan hasilnya, mereka membawa variabel-variabel dari kosmos mitologi kuno Rusia era Tsar, legenda karakter mistis Grigori Efimovich Rasputin, dan teori fisikawan Stephen Hawking ke dalam sebuah pengalaman magis dan spiritual sepanjang 48:4 menit yang gelap, penuh kesuraman yang menyergap, dan layer-layer ambience yang agak creepy. Album terbaru dari band yang pernah digelari “The Best Metal Band 2008″ oleh majalah Rolling Stone ini seperti melengkapi representasi ke-4 unsur dasar pembentuk Bumi sekaligus meneruskan tradisi seperti sebelumnya (3 album sebelumnya bercerita tentang konsepsi “Api”, “Air”, dan “Tanah”).
Brann Dailor menjelaskan tentang konteks album ini sebagai yang terbaik bagi mereka saat ini, “Ada sesuatu yang lebih dibalik album ini dibanding album-album sebelumnya. Album ini memuat beberapa poin tentang Czar Rusia yang estetis, perjalanan astral multi-dimensional, pengalaman meninggalkan tubuh, dan teori lubang cacing Stephen Hawking, semua itu menjadi garis besar tema yang menurut kami mengagumkan” papar Brann Dailor, mastermind dibelakang Mastodon. “Campuran antara mitologi Icarus, tentang seseorang yang terbang mendekati matahari kemudian jiwanya terperangkap dalam tubuh Rasputin. Agak mistis, tapi itu sangat sesuai untuk mewakili musik yang ingin kami ciptakan” tambahnya. “Sejenak kami seperti ingin meninggalkan bumi untuk mengambil perspektif album ini, pada dasarnya ini lebih ke sesuatu yang “gelap” yang menyelimuti alam semesta” sambung Bassist Troy Sanders. Dalam track “The Czar” yang berdurasi 9:46 menit, Mastodon merangkai sebuah narasi fantastis, yang terbagi dalam 4 chapter yang memuat konstelasi riff yang berbeda disetiap chapter-nya. Seperti mengkonstruksi 4 lagu menjadi 1 dengan harmonisasi yang elegan tanpa jeda.
Di Crack the Skye, sound serta pola permainan band ini pun tidak terpatok pada aliran tertentu, mereka mengkomposisikan semua intisari musik, yang uniknya, tidak terdengar plin-plan, cheesy, atau tidak berkarakter, Tapi justru menjadi sebuah komposisi yang megah, epic, kaya akan inovasi, dan cenderung avant-garde. Metode ini terbukti berhasil melihat hasil saat ini yang sangat signifikan, ditandai dengan terjualnya jutaan kopi album-album mereka di seluruh dunia disertai fanbase yang terus berkembang secara masif dan jadwal tur yang padat. Secara musikalitas mereka bertransformasi sedemikian rupa tanpa meninggalkan jejak akar mereka. Sudah menjadi tradisi Mastodon bermain di areal progresif nan eksperimentalis, mereka menggebrak semua lini pertahanan dan menjungkalkan teori bahwa metal harus ngebut dan cepat. Progresi kord yang unik, terkadang dissonant, dan cenderung spacey memenuhi tiap sudut departemen dengan presisi tingkat tinggi. Bila dibandingkan dengan 3 album studio sebelumnya, Crack the Skye, agak tergolong “lambat” dan minus “agresif”, dengan vokal yang lebih ter-harmonisasi dimana tarikan vokal rendah Troy Sanders disambut oleh lengkingan vokal gitaris Brent Hinds. Dan itu sesuai dengan konsep ethereal yang diinginkan oleh para personel. “kami seperti ingin keluar dari Rock, dengan layer-layer ekstrim gelap dan melodic, sekaligus lirik dualis dan ambigu sehingga fans dapat menginterpretasikan dengan cara mereka sendiri” kata Troy Sanders. Di album ini pula, sekali lagi dedengkot Sludge-Metal, Scott Kelly, vokalis Neurosis, ikut andil menyumbang suara pada track “Crack the Skye”, setelah dua album sebelumnya juga mengisi departemen vokal untuk beberapa track.
Meski beberapa insiden sempat mewarnai perjalanan band ini, diantaranya kecelakaan bus saat tur, cedera tangan gitaris Bill Kelliher, hingga insiden penyerangan terhadap gitaris Brent Hinds beberapa waktu lalu di Las Vegas yang menyebabkan cedera serius di kepala dan memaksanya menghabiskan 9 bulan di rumah sakit, proses pembuatan album tak berarti berhenti. Setelah pulih, Hinds segera menulis lagu yang lebih spiritual, doom-y, dan space out. “Setelah insiden itu, saya menderita vertigo yang parah, saya sering pusing, dan setelah sekian lama, saya agak terbiasa. Lalu saya memberitahu Brann, kayaknya aku mulai capek sama segala macam Euforia. Dan begitulah bagaimana munculnya riff-riff gelap itu.” Papar Hinds. Setelah album ini rilis, kesibukan tur sudah menanti grup ini, rencananya mereka akan menjadi pembuka tur Metallica musim panas ini, dan tentunya tur untuk promo album ini juga segera menyusul.
Perjuangan Mastodon mempersatukan semua unsur dasar pembentuk alam semesta

Remission – Relapse 2001
Debut album sekaligus penanda bahwa Mastodon bukan hanya mitos dan fosil purbakala, tapi dia “eksis” dan siap menerjang membabi-buta. 8 track buas menjadi dasar eksplorasi sound dan pattern mereka untuk kedepannya. Inilah unsur pertama yang mereka bedah dan terjemahkan ke dalam komposisi lagu yang ganas. Berisi nomor-nomor penting macam “March of the Fire Ants”, “We Built This Come Death”, dan “Where Stride the Behemoth” Sebuah perkenalan wajib akan dominasi mereka.
Keytracks: Battle at Sea, Slick Leg, Call of Mastodon.

Leviathan – Relapse 2004
Representasi unsur “Air” dan perburuan abadi Kapten Ahab yang disarikan dari legenda Moby Dick. Inilah album monumental yang memancangkan eksistensi mereka dalam peta musik rock. Tidak ada nomor underdog, kesemuanya top notch dan mendominasi, membentuk satu kesatuan narasi yang tajam. Dari track pembuka nan menggelegar “Blood and Thunder” yang bercerita tentang perburuan The White Whale, perlawanan terhadap penguasa laut dalam “Megalodon”, hingga melompat ke instrumentalia “Joseph Merrick” yang terinspirasi dari The Elephant Man. Album yang outstanding dengan pattern-pattern ajaib dan kaya nutrisi ditengah invasi musik metal “menye-menye” saat itu.
Keytracks: Hearts Alive, Aqua Dementia, Iron Tusk

Blood Mountain – Warner/Reprise 2006
Karya terhebat dan puncak keberingasan! sekaligus memantapkan sepak terjang mereka sebagai the best metal band. Sebuah album yang berkonsep tentang the crystal skull - sebuah mitos tentang model tengkorak kristal yang konon dipercaya sebagai pusat pancaran energi fisik di dataran Honduras. Di album ini pola eksplorasi mereka semakin matang, dari segi sound dan teknik. Kolaborasi mereka dengan Joshua Homme dan evil duo Cedric Bixler-Zavala dan Omar Rodriguez-Lopez menambah poin ekstra. Track pembuka “The Wolf is Loose” bernuansa agresif dan tertata apik dengan ketukan drum ala hardcore. Sementara track “Crystal Skull” membuktikan kedinamisan keempat dynamo Metal ini dalam meracik struktur yang chaotic dan unik. Tiba-tiba kita dibawa ke sebuah pengalaman menyusuri pegunungan berdaya magis dalam “The Sleeping Giant”, formulasi psychedelic, grunge, drone, dan space-rock terbukti ampuh membangun tatanan atmosferik. Pembuktian bahwa Mastodon adalah squadron lintas disiplin yang kaya akan penjelajahan soundscape, teknik, serta referensi.
Keytracks: Bladecatcher, Capillarian Crest, Colony of Birchmen
4 responses so far ↓
musicapedia // July 17, 2009 at 4:07 pm |
reviewnya mantap bro..
keep on banging!! \m/
StayGold // July 18, 2009 at 2:38 am |
Thanks for dropping by…\m/ \m/
horns of doom // July 18, 2009 at 5:33 am |
artikel yang sangar brad…crack the skye bukti kematangan mereka memang.
indra // August 29, 2009 at 8:59 am |
crack the skye betul2 album yang mantap..!!