ART & COPY is a powerful new film about advertising and inspiration. Directed by Doug Pray (SURFWISE, SCRATCH, HYPE!), it reveals the work and wisdom of some of the most influential advertising creatives of our time — people who’ve profoundly impacted our culture, yet are virtually unknown outside their industry. Exploding forth from advertising’s “creative revolution” of the 1960s, these artists and writers all brought a surprisingly rebellious spirit to their work in a business more often associated with mediocrity or manipulation: George Lois, Mary Wells, Dan Wieden, Lee Clow, Hal Riney and others featured in ART & COPY were responsible for “Just Do It,” “I Love NY,” “Where’s the Beef?,” “Got Milk,” “Think Different,” and brilliant campaigns for everything from cars to presidents. They managed to grab the attention of millions and truly move them. Visually interwoven with their stories, TV satellites are launched, billboards are erected, and the social and cultural impact of their ads are brought to light in this dynamic exploration of art, commerce, and human emotion.
Dari segi produksi sound, tampaknya Gatt menang 6-0 lawan band mincecore gaek asal Belgia, Agathocles. Hal ini dikarenakan kualitas rekaman Agathocles yang notabene direkam secara live di studio latihan mereka. Namun secara teknis tidak ada perbandingan yang berarti, keduanya masih bermain di segmen cepat dan brutal. Membuat Grindcore baik secara terminologi maupun dominasi menjadi ancaman fatal.
Gatt, band megaton grindcore asal Jakarta akhir-akhir ini memang tengah intens merilis split maupun kompilasi dalam skala internasional. Sebagai pilar utamanya, band ini beranggotakan U.A.P. – Vocal/Bass, (Ä).F. – Guitar/Bass, dan D.L. – Drums. Sedangkan Agathocles yang sudah malang melintang di scene DIY sejak dekade 90an terus mempertajam taring mereka tanpa kehilangan sedikit pun keganasannya dengan Jan sebagai motor utamanya. Gatt menyumbang 9 nomor yang diklaim sebagai track Grindcore yang terintegrasi dengan punk/d-beat dan Agathocles memainkan resep tradisionalnya pada 12 track yang sebetulnya kurang layak untuk didengar. Namun baik Gatt maupun Agathocles, keduanya patut untuk terus disimak di tengah perhelatan dan ingar bingar musik yang semakin condong kearah komersil. Rilisan ini cukup layak dikoleksi dan ditaruh disamping koleksi CD-CD grindcore anda…
The family of the late film director Stanley Kubrick has called on Hollywood studio bosses to make his last, unfinished film, which he was forced to postpone before his death, says The Times. Stanley Kubrick’s research sources for The Aryan Papers are now on display at an Edinburgh Festival exhibition.
The film was to be based on Louis Begley’s novel Wartime, about a fleeing Polish Jew and her nephew who pretended to be Catholic to avoid the Nazis. Kubrick, the director of The Shining, Full Metal Jacket and A Clockwork Orange, was due to begin shooting the film in the Czech Republic in the early ’90s, but were shelved in the wake of Schindler’s List’s massive popularity and Oscar success.
Kubrick died of a heart attack in 1999 days after completing his final film, Eyes Wide Shut. Another uncompleted project of his was Artificial Intelligence: AI, which was directed by Steven Spielberg in 2001.
Kubrick’s family think that Ang Lee (Brokeback Mountain) would be a suitable director for The Aryan Papers.
The new music video for the D.M.S. all star band Shotblockers, featuring Hoya Roc from Madball, Danny Diablo and Skam Dust from Son of Skam. Taken from the new album Shotblockers “Remember the name…
Announced earlier this year, the Louis Vuitton: Art, Fashion and Architecture Book together with Camille Scherrer puts an animated spin on things to further highlight the book. For any Louis Vuitton fan and culture fan in general, this book should appeal to you as it uncovers Louis Vuitton’s involvement over the years in various facets of art, fashion and architecture as the book’s title would suggest.
Memasuki usia ke 7 pada 2009 ini, Blossom menjadwalkan sebuah rangkaian showcase di 2 kota, yakni Jakarta dan Bandung. Semua artis yang berada dalam naungan Blossom Records akan berpartisipasi penuh dalam event ini, termasuk band yang baru akan dirilis, Lampukota. Showcase ini dimaksudkan untuk menyajikan dan mengenalkan berbagai varian subgenre indie yang ditawarkan Blossom Records melalui artis-artisnya.
Bukan hanya suatu pertunjukan biasa tetapi juga sebagai media silaturrahmi dengan label rekaman di kota Jakarta (Sinjitos Records, Paviliun Records, Aksara Records, etc.) dan Bandung (Maritime Records, Fast Forward Records, etc.). Diharapkan dengan adanya showcase ini dapat mewakili apa yang ingin disampaikan oleh Blossom Records dan artis-artisnya kepada penikmat musik di Jakarta dan Bandung sekaligus.
Indiepop Rising Club by arranggement with Desa Rupa British Invasion and the Swamp Thing Records present
Blossom Records’ Bloomingtale Showcase 2009 Phase One with promo tour performances from
Seekor komodo ditengah ruang redaksi, Tyrannosaurus di kamar mandi hotel, seekor gajah dipintu masuk ruang kantor, seekor burung unta tengah menunggu di kassa supermarket, dan sepasang babi berasyik-masyuk di toilet. Sekilas kita akan mengernyitkan dahi bila mendengarnya, karena hal tersebut jelas mustahil kita temui sehari-hari di sekitar kita. Apalagi bagi masyarakat urban. Mungkin harus bertandang ke kebun raya dulu untuk melihat seekor burung unta.
Itulah yang coba dirangkum oleh Agan Harahap, seorang fotografer sebuah majalah musik ibukota. Binatang-binatang yang tak pernah terpikirkan oleh kita masuk kedalam aktivitas manusia, ditangkap secara spontan oleh Agan. Stok foto yang tadinya hanya iseng belaka dipadukan dengan keahliannya mengolah gambar secara digital. Dan hasilnya adalah karya-karya fotografi dengan tema yang unik, seunik idenya, seperti yang disebut di awal paragraf.
Mungkin saja kita hanya melihat sisi jenaka atau keisengan seorang Agan dalam karya-karyanya. Tapi bila kita mau lebih dalam mengamati dan menggali tak urung kita dapat menangkap sesuatu dari setiap sentuhan yang tertuang. Kegiatan Agan memparodikan aktivitas binatang di dunia yang notabene dikuasai manusia sedikit banyak mampu mendeskripsikan bagaimana posisi binatang ini disekeliling manusia; binatang pun adalah makhluk yang perlu dihargai.
Di sela-sela kesibukannya memotret, Agan kerap kali iseng menggunakan software-software grafis guna mengekspresikan ide yang ada di kepala, tak jarang karya-karya olah digitalnya bersifat absurd, tidak logis, dan aneh. Tapi justru disitulah letak kebebasan berekspresi yang tiada batas, Agan membiarkan imajinasinya larut dalam dunia tak berbatas dimana semuanya menjadi mungkin. Tengok saja beberapa karyanya di situs web macam Deviantart dan Flickr. Semua karyanya memadukan skill fotografi dengan eksplorasi digital imaging yang mantap.
Upaya Agan mendekonstruksi dunia manusia dengan dunia binatang tampaknya cukup berhasil memanipulasi imajinasi kita. Perbedaan bagaikan langit dan bumi antara manusia dan binatang dibuat hanya setipis kertas. Ataukah mereka hanya makhluk anakronistis? Paling tidak kita dapat membayangkan bahwa mereka dapat hidup berdampingan dengan manusia. Ah, Seandainya saja mereka dapat berbicara…
One of the biggest culture factories that promotes the latino-style in the world is SA Studio and the heart of it is Esteval Oriol. Here comes the first photography book of the most famous latino-photographer that is the eye of the new wave of latino aesthetic that represents the fastest growing minority of the United States of America as trend maker and block buster. Oriol invoked his unique photography style to catalogue the outrageous experiences he had on tour with Soul Assassins and with Cypress Hill and began taking pictures of his neighbourhood homies and the low rider culture. He has a gift for capturing the raw essence of street life through his photography. Within a short time, he became one of the most sought after photographers of the Urban and Hip Hop community. This book is dedicated to cutting edge women of Los Angeles- the silent ambassadress of a new style that is not more centred on WASP Culture.