Monthly Archives: June 2008

“PLASTIC FANTASTIC” LOMOGRAPHY EXHIBITION AND LOMO DOCUMENTARY MOVIE SHOW, 26 JUNI 2008 @ KINOKI

Sebuah eksibisi/pameran hasil karya Lomonauts Jogja dan peserta workshop lomography. Ada juga pemutaran film dokumenter “The Lomo Camera Shoot From The Hip” yang berisi tentang sejarah sampai wawancara dengan si “penyelundup kamera lomo”. Cukup informatif dan berguna banget buat kamu-kamu yang doyan kamera lomo. Disediain snack gratis pula, berasa kayak bioskop pribadi.

“PLASTIC FANTASTIC” A LOMOGRAPHY WORKSHOP BY LOMONAUTS JOGJA 23-25 JUNE 2008

TASTE YOUR FIRST LOMOGRAPHICAL EXPERIENCE…

Ленинградское Оптико-Механическое Объединение (Leningrad Optical Mechanical Amalgamation), wah makanan apaan tuh??? Pasti banyak yang ngga ngeh. Tapi coba kalo saya tulis begini, LOMO, wah model sekelas Luna Maya sampai anak smp pasti banyak banget yang tahu.  Kamera Lomo memang menjadi suatu fenomena tersendiri di dunia fotografi sejak beberapa tahun belakangan ini. Dengan tampilannya yang unik serta hasil jepretan yang mendobrak pakem, kamera lomo berhasil memikat berbagai kalangan dan lapisan masyarakat. Untuk itu komunitas Lomonauts Jogja (Yang juga dibawah koordinasi Lomonesia) menggelar sebuah workshop lomography dengan tagline “Taste Your First Lomographical Experience” yang bertujuan untuk lebih memasyarakatkan dunia per-lomo-an khususnya bagi para youngsters. Workshop yang diikuti oleh 20 orang peserta ini juga cukup unik. Tidak hanya pembekalan berupa teori saja, namun praktek lapangan/hunting juga diterapkan.

Pada hari pertama workshop, peserta diberi sejarah singkat tentang kamera lomo, dari asal mula hingga sampai booming seperti sekarang ini. Lalu pengenalan karakteristik dan spesifikasi tiap kamera yang disediakan oleh panitia dari mulai Holga, Action Sampler, Pop 9, Super Sampler, Diana, dan Fisheye. Jadi diharapkan sebelum mendalami satu kamera, peserta diharapkan sudah tahu lebih dulu tentang karakter dan seluk beluk kamera yang kira-kira bakalan disukai. Nah, biar lebih mendalam, peserta juga diajari tata cara menggunakan tiap-tiap kamera mulai dari memasang negatif film, mengukur jarak objek, memakai bulb serta tips dan trik yang oke-oke seperti membuat Vignette, bulb, ataupun leaking. Di layar proyektor yang disiapkan juga diperlihatkan hasil-hasil jepretan panitia dari tiap-tiap kamera.

Setelah pengenalan dan teori-teori, dilanjut dengan hunting foto menggunakan kamera-kamera yang disediakan panitia tadi, tentu saja dengan cara gantian (karena kameranya cuma disediain 12 buah). Asyiknya, rol film-nya tidak dibatasi sama panitia, jadi bisa sepuas-puasnya bereksperimen, bahkan ada salah seorang peserta yang tega menghabiskan 3 rol film (!!!). Hunting foto dilakukan disekitaran Taman Budaya Yogyakarta, Taman Pintar, hingga depan Benteng Vredeburg. Di hari kedua workshop, salah seorang panitia memutuskan untuk hunting foto di Kebun Binatang Gembira Loka pada pagi hari jam 10.00, cukup unik dan menyenangkan juga meski saya sudah terlalu tua untuk masuk ke bonbin, but it’s a whole lotta fun. Siang hari jam 2, hunting sudah di-stop karena capek dan telah menghabis-habiskan ber-rol-rol film.

Di akhir workshop (hari ketiga tanggal 25 Juni) diadakan semacam evaluasi atau melihat hasil-hasil jepretan para peserta selama 2 hari hunting. Some are great but some are bad, they were all excited and surprised. Dan serunya, hasil yang sekiranya layak bakal dipajang di lomowall “Plastic Fantastic Exhibition” yang diadakan di Kinoki pada tanggal 26-28 Juni. So don’t think just come!!!

PLASTIC HEART ANALOG SOUL

DON’T THINK, JUST COME!!!

PERCUSOUNDS @ Lembaga Indonesia Prancis, Sabtu 21 Juni 2008

Kolaborasi musisi multi-etnis dalam gamelan jawa dan perkusi…

Sebuah pertunjukkan menarik hasil kerjasama Festival Kesenian Yogyakarta XX (International Program) dan Lembaga Indonesia Prancis (Printemp Francais/Musim Semi Prancis). Menampilkan Djembe Merdeka, IOIO, dan Kornchonk Chaos. Unik, hangat sekaligus meriah! Kapan lagi bisa dengerin “Another Brick In The Wall pt II”-nya Pink Floyd diaransemen dalam gamelan? Dan ngliat betapa serunya kolaborasi antara ketiga kelompok tersebut… Karena bertepatan dengan ultah IOIO yang pertama, diakhir acara diberikan kue ultah untuk IOIO,,, Penonton pun semangat memberikan standing ovation…

“CONTIGO” BY JOAO PAULO P DOS SANTOS FROM COMPAGNIE O ULTIMO MOMENTO, FRIDAY JUNE 20 2008 @ AMPHITHEATRE TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA

Amphitheatre bergaya Yunani itu sudah dipenuhi pengunjung sejak pukul 6.30 malam, padahal pertunjukkan baru akan dimulai pada pukul 7.30 malam. Melihat amphitheatre yang kecil tersebut saya mahfum bila pengunjung datang lebih awal, agar dapat melihat dengan angle yang pas tentunya. Seperti biasa saya datang agak terlambat, terlambat mendapat tempat maksudnya, walhasil saya hanya berdiri di belakang dan agak jauh dari panggung, padahal saya datang setengah jam lebih awal dari jadwal pertunjukkan. Pertunjukkan ini dapat terlaksana atas kerjasama Festival Kesenian Yogyakarta XX 2008 (International Program) dengan Lembaga Indonesia Prancis (Printemps Francais) dan  menghadirkan sebuah sirkus akrobat oleh Joao Paulo P Dos Santos. Sebelum pertunjukkan dimulai, sang MC memperingatkan kepada pengunjung agar tidak memakai blitz kamera, karena akan sangat mengganggu sang bintang malam itu. Semua orang maklum dan buru-buru men-set ulang kamera mereka. Berbeda dengan sirkus biasa yang beranggotakan puluhan orang dan menyertakan binatang, sirkus ini lebih kepada akrobatik dan manuver. Dengan menggunakan satu tiang setinggi 4-5meter dan sebuah kursi, Joao membuat pengunjung berdebar dan berdecak kagum sekaligus memberi applause hangat dengan manuver berbahayanya. Pertunjukkan berdurasi setengah jam tersebut cukup memberi warna tersendiri bila kita bosan dengan pertunjukkan sirkus dan akrobat yang sudah ada sebelumnya.

DON’T TRY THESE AT HOME, WOULD YA???

JOGJA ART FAIR #1 RUANG PAMER TAMAN BUDAYA JOGJAKARTA, 15 JUNI-7 JULI 2008

Sebuah bursa seni kontemporer atau eksibisi yang diikuti oleh seniman/perupa muda berbakat dari seluruh Indonesia. Pameran yang berlangsung dari tanggal 15 Juni-7 Juli 2008 ini mengetengahkan seni lukis dan seni instalasi serta berbagai media artistik lainnya sebagai objek yang dipamerkan.

STORN ANALOG SYNTHESIZER

Pengen gabung dalam band powerpop kayak Four Years Strong, Forever the Sickest Kid? Pengen menggusur M.I.A dengan beat-beat eksotik Sri Lanka nya? Wanna be like Dave Gahan? Dreamin of Roland MC 505, Moog, Groovebox, vocoder or Akai MPC but can’t afford one cause so goddamn expensive??? Jangan takut!!! Kini kita boleh bangga dengan Indonesia karena tidak kalah dengan Dr.Moog dalam menciptakan equipment-equipment penunjang scene dance music. Di Bandung ada Storn Synth yang bisa memuaskan hasrat kamu sebagai pemain synth analog handal. Hebatnya lagi semuanya adalah custom made, maksudnya kamu bisa pesen sesuai kemauan kamu dari segi sound, shape, or whatever, jadi bisa dipastikan ntar sound band kamu bakalan authentic, genuine, dan orisinil. What a cool work!!! Kamu bisa pesen Vocoder, Stompbox, Synth, or whatever you want!!! Kualitasnya Dijamin ga kalah sama Behringer dan Moog, tentunya dengan harga semiring mungkin. Konsumennya aja Polyester Embassy sama Electronic Groove. So make your own original beat rite goddamn now!!! For more info and details, click: Storn Analog Synth

STORN LAVATORY

DISTORTION BRAINSTORN FX DELAY AND CHORUS

10 CHANNEL VOCODER

MODULAR

 

CANCERBATS “HAIL DESTROYER” (DISTORT RECS) 2008

CANCERBATS

HAIL DESTROYER

DISTORT 2008

🙂 🙂 🙂 🙂

The Toronto’s foursome bats are back now with thousands greater power!!! Unleashed their sophomore second album!!! masih  Menggunakan premis-premis hardcore punk/stoner/heavy metal/southern rock ke dalam sebuah konstruksi sound yang intens dan terstruktur. Merekonstruksi elemen-elemen sound era Black Flag, Buzzov-en, The Melvins, Down, dan Big Business. Diproduseri oleh Eric Ratz (Billy Talent, Big Sugar, dan Theory of a Deadman). Liam Cormier bernyanyi seperti campuran antara Keith Morris dengan Lemmy Kilminster, dengan kekuatan berlipat ganda. Dengan kualitas sound yang lebih edgy dan heavier. Ketika sebuah band merilis album debut pertamanya dan sukses, maka biasanya pada album kedua terdapat ekspektasi besar untuk dapat secemerlang album sebelumnya. Berlaku juga untuk these foursome bats. Album ini melebihi ekspektasi album pertama mereka “Birthing the Giant” dari berbagai aspek dan kematangan. Dari intro “Hail Destroyer” hingga outro “Zed’s Dead Baby” dipenuhi shred-shred gitar Scott Middleton dan gerusan bassline Jaye Scwharzer. Makin menancapkan tonggak eksistensi mereka sebagai band cross over elemen-elemen heavy metal, stoner, punk rock, hingga southern metal.

TRACK LIST:
1. Hail Destroyer
2. Harem of Scorpions (Feat. Tim McIlrath from Rise Against) Deathsmarch(Feat. Wade MacNeil from Alexisonfire)
3. Regret
4. Bastard?s Waltz
5. Sorceress
6. Lucifer?s Rocking Chair
7. Let It Pour”
8. Smiling Politely (Feat. Benjamin Kowalewicz from Billy Talent)
9. Pray For Darkness
10. PMA ?Til I?m DOA
11. Zed?s Dead, Baby

 

 

TEETH OF LIONS RULE THE DIVINE “RAMPTON”

TEETH OF LIONS RULE THE DIVINE

RAMPTON

SOUTHERN LORD (2002)

🙂 🙂 🙂 🙂

Well, sebenarnya ini adalah album klasik, dan mungkin kesannya kurang up to date, tapi saya bikin review ini sebagai tribute untuk supergroup of this UNHOLY INVOCATION OF CRIPPLING DOOM!!!! Album ini dirilis pada tahun 2002, satu tahun setelah mereka berdiri. Line up nya sendiri tidak main-main, beranggotakan para arsitek doom seperti sang legenda Lee Dorian (Napalm Death, Cathedral), si multi talented Stephen O’Malley (Sunn 0))), Khanate, Burning Witch, Thorr’s Hammer) dan rekan setianya Greg Anderson, serta Justin Greaves (Iron Monkey, Hard To Swallow, Electric Wizard). Mereka sendiri mengambil nama ini dari judul lagu nya Earth (Legenda Drone dari label grunge milik Bruce Pavitt Sub Pop) sebagai bentuk tribute mereka kepada sang Legenda Drone. Mereka hanya merilis satu buah album saja, yang berisi 3 lagu dengan produksi maksimal. Tapi jangan salah, minimnya jumlah lagu bila ditotal secara keseluruhan waktu bisa menghasilkan 10 buah lagu. Karena satu track bisa berdurasi hingga 29 menit (!!!). Band inilah cetak biru yang mempengaruhi band-band macam Sunn 0))), Magistral, Khanate, Ascend, Boris, dan Jesu. Soundscape-nya dijabarkan secara abstrak dan surreal imagery. Masih dalam line black metal. Album ini bisa dikatakan underrated bila dibandingkan dengan band-band sejenis, namun bila ditilik line-up nya, album ini sangat layak dianggap sebagai masterpiece.

Track Listing:

1. He Who Accepts All That Is Offered (Feel Bad Hit Of The Winter)

2. New Pants & Shirt

3. The Smiler

MASTODON WILL RECORDED THEIR NEW ALBUM!!!

caricature of Grigori Yefimovich Rasputin…

Dua tahun sudah pasca rilisnya album yang menandai puncak Karir Mastodon (Blood Mountain yang juga sebuah penanda sign mereka ke Warner). Setelah sibuk tur keliling Amerika (Headliner Bonnaroo Music Fest) dan Eropa, mereka telah berencana merekam album baru mereka dengan produser Brendan O’Brien, belum ada pernyataan resmi tentang kapan rilisnya, namun Band yang baru saja dinobatkan sebagai The Best Metal Band oleh Rolling Stone Mag ini memang layak ditunggu. Ada sedikit bocoran bahwa album terbaru mereka berkonsep tentang Rusia era Czar masih menguasai dataran beruang merah. Well, prediksi pengamat musik ternyata meleset, setelah 3 album sebelumnya berkonsep tentang Earth (Blood Mountain), Fire (Remission), dan Water (Leviathan), mereka menilai bahwa album berikutnya pastilah berkonsep Air. Terlepas dari berbagai asumsi tersebut, Mastodon menyajikan konsep Cosmic Ancient Mythology dipadu dengan teknik-teknik tinggi progresif namun tetap mudah sekali dicerna, meski part-part ganjil ada di berbagai sektor. Tak heran berbagai segmen masyarakat menyukainya. Hhhmmm, can’t wait any longer for their newest album!!!